10 Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Menikah

vina wedding 5

Persiapan Sebelum MenikahCinta merupakan suatu unsur paling penting dalam suatu pernikahan dan menjalin keluarga. Namun, tidak semua pasangan bisa Bersama hanya beralaskan cinta saja. Mengapa demikian? Ya, karena masih terdapat banyak hal lain yang perlu diperhatikan sebelum melaksanakan pernikahan.

Contohnya saja, Anda harus melakukan beberapa hal yang pernah dikatakan oleh Tim Lott, kolumnis keluarga The Guardian, dalam tulisan berjudul “Love is not all you need in a marriage”. Beberapa hal tersebut adalah komunikasi, saling menghormati pasangan, dan memperkuat kepercayaan satu samalain.

Nah, di sini admin Vina House Semarang akan berbagi tentang persiapan yang harus Anda lakukan sebelum mengadakan acara pernikahan.

Berikut 10 Persiapan yang tidak boleh dilupakan:

1. Kesiapan Usia Calon Pengantin

Di sini usia menjadi peran yang sangat penting, karena di situ dapat dilihat terkait dengan kematangan psikis, sosial, dan juga fisik. Biasanya, orang yang memiliki kesiapan menikah yaitu berusia di atas 20 tahun.

Akan tetapi, seorang pekerja sosial klinis yang bernama Kelsey Torgerson, menyebutkan bahwa pada usia 25 tahun itulah seseorang dapat dikatakan siap untuk menikah. Dikarenakan sudah ada perkembangan otak yang menuju ‘sempurna’.

Jadi, dapat disimpulkan rekomendasi paling tepat untuk menikah adalah orang yang sudah memasuki usia 21-25 tahun atau lebih.

2. Kesiapan Finansial

Banyak orag mengatakan bahwa, uang memang bukan segalanya. Ya, itu menurut mereka yang sedang tidak membutuhkan uang. Namun, ketika Anda akan mengadakan acara pernikahan, tentu akan membutuhkan dana atau uang yang cukup banyak, demi meriahnya acara pernikahan.

Pada poin ke dua ini, persiapan finansial perlu Anda lakukan untuk acara pernikahan maupun persiapan kehidupan setelah menikah, seperti kebutuhan sehari-hari, kehamilan, perawatan anak, dan juga sampai biaya pendidikan anak atau biaya darurat.

3. Kesiapan Fisik

Berkeluarga akan membutuhkan kesiapan fisik, khususnya untuk pria. Di situ, pria berperan menjadi kepala keluarga dan wajib bekerja untuk mencari nafkah. Selain itu, pasangan wanita juga membutuhkan kesiapan fisik, karena juga harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga, hingga melakukan aktivitas seksual dengan suami.

Karena itulah, jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu, seperti darah rendah, darah tinggi, hepatitis, atau penyakit menular seksual, Anda harus benar-benar memperhatikan itu dan berobat terlebih dahulu sebelum menikah.

4. Kesiapan Mental

Tidak hanya fisik, Anda juga memerlukan kesiapan menta. Mengutip dari “Dynamics of Married and Family” dalam laman ecourseonline, kesiapan mental akan menentukan bagaimana seseorang: mampu menerima hubungan dan peran baru.

Contoh: dapat memikul tanggung jawab serta sikap yang sehat dalam menghadapi kehidupan seksual, kehamilan, persalinan bahkan mertua.

Selain itu, kesiapan mental juga diperlukan, Ketika terjadi sedikit masalah di keluarga yang sudah teralin. Sepasang suami istri harus mampu untuk memecahkan permasalahan tersebut tanpa merenggangkan hubungan.

5. Kesiapan Emosi

Yang dimaksud dengan emosi di sini adalah contoh bagaimana respons Anda ketika menghadapi tekanan. Misalkan saja, saat menghadapi deadline pekerjaan, tersinggung dengan ucapan atau bahkan tidak terima dengan perilaku orang lain, serta pada saat debat karena perbedaan pendapat.

Jika Anda masih sering marah dan tidak bisa mengendalikan emosi, sebaiknya belajarlah mulai dari sekarang sebelum menikah. Agar pada saat berkeluarga, Anda akan lebih dewasa dan keluarga menjadi harmonis.

6. Kesiapan Sosial

Sebagai manusia, kesiapan sosial memanglah penting untuk kehidupan saat ini yang akan datang. Jadi, maksudnya begini, setelah Anda pasti akan menghadapi lingkungan baru dan keluarga baru, bahkan Anda juga akan berjumpa di lingkar pertemanan yang baru.

Maka dari itu, Anda perlu mempersiapkan dan mengasah jiwa kerelawanan sosial. Hal ini akan sangat penting dipersiapkan sebelum menjalankan pernikahan.

7. Kesiapan Moral

Moralitas juga berlaku secara universal, karena apa pun agamanya, kesiapan moral menjadi penting karena untuk mengontrol perilaku diri sendiri agar dalam berkeluarga dapat benar-benar memegang etika. Sebagaimana mestinya, Anda harus benar-benar mempersiapkan moral sebelum menikah.

8. Kesiapan Interpersonal

Hal lain yang tak kalah penting adalah kemampuan interpersonal, khususnya dalam hal komunikasi. Pada kemampuan interpersonal ini dapat dikaitkan dengan bagaimana Anda nanti pada saat berkomunikasi atau berhubungan dengan orang lain.

Seseorang yang memiliki kemampuan interpersonal pasti akan dapat menjadi pendengar yang baik dan dapat menjadi pribadi yang mudah menghargai.

9. Keterampilan Hidup

Keterampilan juga akan sangat dibutuhkan dalam sebuah kehidupan. Apalagi jika sudah berkeluarga, keterampilan itu akan semakin dibutuhkan. Misalkan saja, keterampilan dasar seperti merapikan dan membersihkan rumah, memasak, mengasuh dan mendidik anak, menjalankan peran suami/ istri.

10. Kesiapan Intelektual

Dalam berkeluarga, kemampuan intelektual bisa tercermin dari aktivitas pencarian informasi seputar kehidupan keluarga. Jika Anda sudah mencari informasi untuk mendapat pengetahuan seputar kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, pola hidup sehat, dan lainnya, maka kamu sudah memiliki bekal berharga sebelum menikah.

Itulah beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum menikah. Jadi, Anda harus benar-benar memperhatikan diri sendiri terlebih dahulu agar menjadi pribadi yang baik dan siap untuk menikah. Jika Anda kebingungan mencari wedding venue, Vina House siap membantu mensukseskan acara pernikahan Anda di Kota Semarang dan sekitarnya.

One thought on “10 Persiapan yang Harus Dilakukan Sebelum Menikah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *